OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk menurunkan panas demam:
Bahan baku obat tradisional untuk menurunkan panas demam: 121 - 140 / 196
Magnolia × alba
Kulit kayu cempaka putih (Magnolia ? alba) secara tradisional digunakan untuk membantu pereda panas.
Magnolia macklottii
Daun cempaka gunung (Magnolia macklottii) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas.
Manihot esculenta
Umbi singkong (Manihot esculenta) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi borok, beri-beri, pereda panas.
Medicago sativa
Daun alfalfa (Medicago sativa) secara tradisional digunakan sebagai penambah darah, membantu menurunkan tekanan darah tinggi, membantu mengatasi reumatik, pereda demam, meningkatkan fungsi hati.
Melaleuca alternifolia
Daun teh pohon (Melaleuca alternifolia) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi jerawat, bisul, gigitan serangga, batuk, demam, luka.
Melanopsidium nigrum
Kulit batang pohon dan cabang kina merah (Melanopsidium nigrum) secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan malaria, pereda panas dan penambah nafsu makan.
Mentha canadensis
Daun mentos (Mentha canadensis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sakit kepala, demam, kolik, radang tenggorokan.
Mimusops elengi
Bunga dan daun tanjung (Mimusops elengi) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam nifas, membantu mengatasi sesak nafas, pening, radang tenggorokan, sariawan dan radang hidung. Bunganya digunakan untuk membantu mengatasi kudis, eksim.
Momordica charantia
Daun pare (Momordica charantia) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan pada anak-anak, mengatasi batuk, demam njfas, malaria, mual susah buang air besar. Bijinya digunakan untuk membantu mengobati luka. Daging buahnya digunakan untuk membantu mengatasi sariawan, menambah nafsu makan.
Monoon longifolium
Daun dan kulit batang pohon glodokan tiang (Monoon longifolium) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam.
Morus alba
Daun murbei (Morus alba) secara tradisional digunakan sebagai peluruh air seni, membantu pereda demam, membantu mengatasi malaria, penurun tekanan darah tinggi.
Mussaenda philippica
Daun nusa indah (Mussaenda philippica) secara tradisional digunakan sebagai pereda demam, batuk.
Mussaenda pubescens
Daun daun putri (Mussaenda pubescens) secara tradisional digunakan sebagai antiseptik, membantu mengatasi radang, membersihkan darah, pereda panas.
Nephelium lappaceum
Kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas.
Nephrolepis cordifolia
Seluruh bagian tanaman paku sepat (Nephrolepis cordifolia) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, antiseptik.
Nyctanthes arbor-tristis
Bunga dan daun srigading (Nyctanthes arbor-tristis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi demam nifas, encok, dan peluruh air senj.
Nymphaea nouchali
Daun teratai kecil (Nymphaea nouchali) secara tradisional digunakan sebagai penawar racun, untuk pasca pesalinan, pereda panas Bijinya digunakan untuk membantu menurunkan darah tinggi, mengatasi susah tidur, mata merah, bengkak, lelah dan iritasi.
Ochna kirkii
Daun dan akar mrico kepyar (Ochna kirkii) secara tradisional digunakan untuk membantu melancarkan buang air besar, pereda panas, antiseptik.
Ocimum basilicum
Daun selasih (Ocimum basilicum) secara tradisional digunakan sebagai peluruh kentut, pelancar ASI, pereda panas, pelacar haid, membantu mengatasi sariawan, mual.
Ocimum tenuiflorum
Daun lampes (Ocimum tenuiflorum) secara tradisional digunakan sebagai pelancar air susu ibu, pereda panas, membantu memperbaiki pencernaan.