OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk menurunkan panas demam:
Bahan baku obat tradisional untuk menurunkan panas demam: 41 - 60 / 196
Breynia androgyna
Daun katuk (Breynia androgyna) secara tradisional digunakan sebagai pelancar ASI, pereda panas, membantu mengatasi bisul, borok, mengembalikan suara parau.
Broussonetia papyrifera
Daun murbei (Broussonetia papyrifera) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, membantu mengatasi flu dan batuk, peluruh keringat, peluruh kencing.
Brucea javanica
Buah buah makasar (Brucea javanica) secara tradisional digunakan sebagai pereda diare dan penurun panas.
Caesalpinia pulcherrima
Kulit kayu kembang merak (Caesalpinia pulcherrima) secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan kejang. Bunganya digunakan sebagai pereda panas, radang dan peluruh haid.
Calendula officinalis
Herba marigold (Calendula officinalis) secara tradisional digunakan sebagai pereda radang, kejang Otot, pereda batuk dan panas.
Campylospermum serratum
Daun dan akar kayu sepat (Campylospermum serratum) secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan demam.
Canavalia ensiformis
Biji kacang parang (Canavalia ensiformis) secara tradisional digunakan untuk membantu menurunkan demam dan membantu mengatasi bisulbisul.
Carica papaya
Akar dan biji pepaya (Carica papaya) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingans DaunrXXXXpereda demam dan membantu menambah nafsu makan.
Carissa carandas
Buah samarinda (Carissa carandas) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sariawan, demam. Akarnya digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan.
Cascabela thevetia
Daun ginje (Cascabela thevetia) secara tradisional digunakan sebagai urus-urus, membantu pereda panas, Kulit batangnya digunakan untuk mencegah muntah.
Cassia fistula
Akar trengguli (Cassia fistula) secara tradisional digunakan sebagai pencahar dan pereda panas. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi kudis dan malaria. Bunganya digunakan sebagai pereda penas- Bijinya digunakan sebagai pencahar.
Centella asiatica
Daun pegagan (Centella asiatica) secara tradisional digunakan sebagai peluruh air seni, membantu mengatasi sariawan, pereda panas, meningkatkan nafsu makan. Herbanya digunakan untuk membantu meningkatkan daya ingat.
Chrysanthemum indicum
Bunga krisan (Chrysanthemum indicum) secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan bengkak pada mata dan mengatasi luka. Herbanya digunakan untuk membantu mengatasi radang, peluruh keringat, penghangat badan dan penurun panas.
Cinchona calisaya
Kulit batang pohon dan cabang kina (Cinchona calisaya) secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan malariaj pereda panas dan penambah nafsu makan.
Cissus repens
Daun riang batu (Cissus repens) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bengkak dan pereda panas.
Citrullus lanatus
Biji semangka (Citrullus lanatus) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan. Buahnya digunakan sebagai pereda panas pada anak-anak dan membantu menurunkan tekanan darah.
Citrus × aurantiifolia
Buah jeruk nipis (Citrus ? aurantiifolia) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi sariawan, batuk, jerawat, dan pereda panas. Daunnya digunakan untuk membantu mengurangi gatal-gatal dan untuk penyegar badan.
Cleome gynandra
batang pohon mamang (Cleome gynandra) secara tradisional digunakan untuk mengembalikan stamina setelah melahirkan. Daunnya digunakan sebagai pereda panas dan membantu mengatasi nyeri perut. Bijinya digunakan untuk membantu mengatasi sakit kepala, sakit telinga dan radang paru.

Daun kembang bugang (Clerodendrum calamistratum) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, membantu mengatasi diare, wasirt bisul dan menghangatkan perut.!.
Clerodendrum indicum
Akar ginje (Clerodendrum indicum) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas dan mengatasi sakit kepala.