OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk menyembuhkan luka, borok, atau bisul:
Bahan baku obat tradisional untuk menyembuhkan luka, borok, atau bisul: 61 - 80 / 184
Clitoria laurifolia
Daun lengket-lengket (Clitoria laurifolia) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bisul .
Clitoria ternatea
Daun kembang telang (Clitoria ternatea) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bisul dan sakit mata.
Coleus rotundifolius
Umbi kentang ireng (Coleus rotundifolius) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bengkak-bengkak.
Coleus scutellarioides
Daun iler (Coleus scutellarioides) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatas? wasir, bisul, radang telinga, haid tidak teratur, pereda demam nifas.
Commelina benghalensis
Daun gewor (Commelina benghalensis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati luka, pereda demam, mengatasi sakit kepala dan peluruh keringat.
Corypha utan
Akar gebang (Corypha utan) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi nyeri perut, diare dan meredakan batuk. Getahnya digunakan sebagai pereda batuk rejan dan mengobati luka.
Coscinium blumeanum
Akar akar kunyit (Coscinium blumeanum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bisul dan biang keringat. Batangnya digunakan untuk membantu mengatasi biang keringat.
Crassocephalum crepidioides
Daun jombloh (Crassocephalum crepidioides) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bisul.
Cratoxylum formosum
Kulit batang pohon garunggang (Cratoxylum formosum) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi nyeri perut. Daunnya digunakan untuk membantu mengobati luka bakar. Getahnya digunakan untuk membantu mengatasi kudis.
Crinum asiaticum
Akar bakung (Crinum asiaticum) secara tradisional digunakan sebagai peluruh keringat, membantu mengatasi kecacingan, mual dan mengobati luka- Daunnya digunakan sebagai peluruh air seni, membantu mengatasi bengkak, bisul, borok, , radang kulit, encok. Umbinya digunakan untuk membantu mengatasi bisul dan borok.
Crotalaria micans
Daun orok-orok (Crotalaria micans) secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati luka. Akarnya digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan.
Cucumis melo
Buah blustru (Cucumis melo) secara tradisional digunakan sebagai pereda panas, membantu mengatasi bisul, mimisan, sesak nafas, Iuka koreng, pelancar haid, meningkatkan jumlah darah.
Cucumis sativus
Buah mentimun (Cucumis sativus) secara tradisional digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi, peluruh air seni, mengatasi sariawan, jerawat, luka bakar, gatal dan pereda demarn. Bijinya digunakan untuk membantu mengatasi kecacingan.
Dendrophthoe pentandra
Daun benalu (Dendrophthoe pentandra) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi luka. Semua bagian tumbuhannya digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah dan pereda batuk.
Dioscorea alata
Umbi ubi kelapa (Dioscorea alata) secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan bengkak. Umbinya digunakan untuk mengatasi nyeri ginjal, nyeri limpa, batuk darah dan bisul.
Dioscorea bulbifera
Umbi gembolo (Dioscorea bulbifera) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bengkak.
Dioscorea hispida
Umbi gadung (Dioscorea hispida) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi nyeri haid, encok, mengatasi bisul, penyakit kulit, penawar racun ular, encok, bengkak, kencing manis, radang sendi, kutil, nyeri haid l.
Donax canniformis
Daun bamban (Donax canniformis) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi bisuli mengurangi bengkak, mengurangi sakit karena gigitan ular.
Dracaena trifasciata
Rimpang lidah mertua (Dracaena trifasciata) secara tradisional digunakan sebagai pereda batuk. Daunnya digunakan untuk membantu mengatasi luka akibat gigitan ular.
Echinacea purpurea
Akar ekinase (Echinacea purpurea) secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi jerawat, bisul, flu, sakit tenggorokan, demam dan meningkatkan daya tahan tubuh.