OBAT TRADISIONAL INDONESIA
Untuk meringankan sakit gigi:
Nama umum: cengkeh, clove, chengkeh, chingkeh, klabong pako, clavo de comer, lay-hnyin, khan phluu, khlam puu, dok chan, kanz ph'u, kanphlu, ding xiang, kuroobu, shouji
Deskripsi:
Pohon, tinggi 10 m. Akar tunggang, cokelat. Batang berkayu, bercabang banyak, bulat, mengkilap, muda hijau, tua keunguan. Daun tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas mengkilap, panjang 6-13,5 cm, lebar 2,5-5 cm, tangkai panjang 1-2 cm, muda merah, tua hijau. Bunga majemuk, malai, tumbuh di ujung batang, kelopak bentuk corong, pangkal berlekatan, mahkota bentuk bintang, panjang 4-5 mm, benang sari banyak, panjang lebih kurang 5 mm, tangkai putik pendek, muda hijau, tua merah. Buah buni, bulat telur, panjang 2-2,5 cm, merah kehitaman. Biji kecil, diameter lebih kurang 4 mm, cokelat muda.

Khasiat:
Bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) telah digunakan secara tradisional sebagai pelega perut, pereda batuk, mengatasi sakit gigi.
Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat di Indonesia Jakarta; 2017. hal. 792

SEJARAH KOPI #4: Disebarluaskan oleh Portugis, Spanyol, dan Inggris

Kisah dan sejarah tentang kopi (Coffea arabica) dalam video sinematik berdurasi 09:14 menit di channel Plantamor Media, YouTube.

- Duri Sejati
- Duri Tempel
- Bulu Tajam
- Bulu Beracun